Manfaat dan Keutamaan Mempelajari Tahsin Al-Qur'an

Tahsinul Quran atau memperbaiki bacaan Alquran adalah indikasi dari keimanan seorang muslim. Seorang muslim yang tidak berusaha memperbaiki bacaan Al-Qur’an nya maka keimanannya terhadap Alquran sebagai kitabullah patut diragukan. Karena bacaan yang bagus adalah cerminan rasa keyakinannya kepada wahyu Allah yang agung ini. Tentang hal ini, Allah SWT berfirman dalam QS Surat Al-Baqarah 121 yang artinya

“Orang-orang yang diberikan al-Kitab (Taurat dan Injil) membacanya dengan benar. Mereka itulah orang-orang yang mengimaninya. Dan barangsiapa yang ingkar kepada al-Kitab, maka merekalah orang-orang yang merugi.”

Walaupun ayat ini menyinggung kaum Ahlul Kitab yang terdiri dari kaum Yahudi dan Nasrani, tetapi sebagian besar para mufassirin menyebutkan bahwa khitob (seruan) ayatnya bersifat umum. Termasuk di dalamnya juga ditujukan kepada umat Islam yang berkitab sucikan Alqiranulkarim. Hal ini juga diperkuat oleh kaidah ushul fiqh:

“Ibrah (pelajaran) itu dilihat dari umumnya lafaz, bukan dari sebab yang khusus.”

Maka itu wajib hukumnya bagi setiap muslim dan muslimah untuk memperhatikan bacaan Alqurannya. Ini dikarenakan tilawah yang baik akan mempengaruhi kualitas ibadah kita di sisi Allah SWT. Contohnya, dalam salat jamaah bagi kaum laki-laki muslim. Bacaan Al-Fatihah yang tidak baik dan berantakan dapat menyebabkan salat jamaah menjadi tidak sempurna yang pada gilirannya akan mempenga ruhi kualitas salat kita di sisi Allah SWT. Diterimakah atau ditolak? Bisa dipastikan dengan tilawah yang tidak beres dan buruk itu ibadah salat kita menjadi cacat dan berpeluang besar tidak diterima di hadapan Allah SWT.

Dengan kata lain, menurut tinjauan ilmu ushul fiqh, mereka yang tidak mau memperbaiki tilawah Alquran menjadi lebih baik dan sesuai dengan kaidah tajwid, maka akan dimasukkan kategori orang-orang yang lalai dan tidak memperdulikan kitabullah ini. Sebagai seorang muslim tentu kita tak ingin dimasukkan ke dalam golongan orang merugi seperti halnya kedua Ahlil Kitab tadi hanya karena lalai dan tidak memiliki ihtimam (perhatian) terhadap kitab suci kita ini.

Manfaat dari Tahsinul Quran sendiri adalah dapat merangsang hati untuk melakukan tadabbur (perenungan) ayat yang sedang dibaca. Hanya dengan tilawah yang baik dan suara yang bagus lantunan suara ayat-ayat suci Alquran menjadi indah, meresap dan menggerakkan pikiran si pembacanya. Sebaliknya bacaan yang masih belum baik dan berantakan justru membuat keindahan mukjizat Alquran menjadi hilang. Akibatnya tilawah Alquran pun mengendur. Inilah dampak negatif tilawah yang serampangan dan tanpa bimbingan dari seorang guru.

Sebagai umat Islam, penulis mengajak kepada semua kita para ikhwan, mari mulai hari ini jangan pernah berhenti memperbaiki tilawah Alquran kita dengan menghadiri pengajian pendalaman Alquran atau mendatangkan guru mengaji ke rumah kita dan untuk anak-anak mari kita masukkan mereka ke lembaga Taman Pendidikan Alquran (TP Alquran) yang sudah tersebar hampir di setiap masjid. Ini semua harus dilakukan karena memperbaiki tilawah Alquran men jadi lebih baik adalah kewajiban setiap muslim dalam mengimani dan bermuamalah dengan Allah SWT. Dan karena Alquran adalah jantungnya Islam.


Komentar